DAMAR BATU, DAMAR KOPAL, & DAMAR MATA KUCING

DAMAR BATU, DAMAR KOPAL, & DAMAR MATA KUCING
Damar Batu Indonesia
Damar Batu Indonesia
Damar merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang sudah lama dikenal, yaitu suatu getah yang merupakan senyawa polysacarida yang dihasilkan oleh jenis-jenis pohon hutan tertentu.
Sampai saat ini damar cukup banyak digunakan orang antara lain untuk bahan vernis, bahan penolong dalam pembuatan perahu dan yang terpenting adalah sebagai pembungkus kabel laut/ tanah.
Damar dihasilkan oleh jenis-jenis pohon dari genus: Hopea, Balonocarpus, Vatica, Canoriurn, dan Agathis. Damar adalah hasil sekresi (getah) dari pohon Shorea SP, Vatica SP. Dryobalanops SP.,dan lain-lain dari suku meranti-merantian atau Dipterocarpaceae. Di dalamnya termasuk damar mata kucing dan damar gelap. Damar dimanfaatkan dalam pembuatan korek api (untuk mencegah api membakar kayu terlalu cepat), plastik, plester, vernis, dan lak.

DAMAR BATU 
Damar batu adalah getah yang telah menjadi fosil. Getah ini diperoleh dari dalam tanah. Damar batu mengalami proses pengerasan alami. Secara umum damar batu memiliki warna agak kekuningan, juga ada damar batu yang berwarna coklat, putih, bahkan keemasan. Tekstur damar batu sendiri jauh lebih keras dari kopal maupun damar mata kucing. Damar batu diperoleh dari pohon dari spesies dipterocarpaceae.
Damar Batu
Damar Batu
DAMAR KOPAL
Kopal adalah hasil olahan getah (resin) yang disadap dari batang damar (Agathis dammara [sin. A. alba] dan beberapa Agathis lainnya) serta batang dari batang pohon anggota suku Burseraceae (Bursera, Protium). Kopal merupakan bahan dasar bagi cairan pelapis kertas supaya tinta tidak menyebar. Bahan ini juga dipakai sebagai campuran lak dan vernis.
Damar Kopal
Damar Kopal
Agathis dammara menghasilkan kopal yang dikenal sebagai "Manila copal". A. australis menghasilkan "Kauri copal".Kopal telah lama dikenal dalam kebudayaan Amerika Tengah, seperti Aztek dan Maya. Asal-usul nama "kopal" berasal dari bahasa setempat yang berarti "dupa" atau "setanggi".

Kandungan kopal adalah asam-asam resinol, resin, dan minyak atsiri. Penggunaannya adalah sebagai bahan perekat pada penambal gigi dan plester, campuran lak dan vernis. Minyak kopal diperoleh dari penyulingan dan digunakan sebagai campuran parfum. Kopal sering dianggap sebagai atau dijadikan pengganti batu damar, dan dijadikan mata cincin. 

DAMAR MATA KUCING
Seperti dikutip dari Lampost.co, Krui merupakan daerah konservasi di provinsi Lampung, sebagai daerah konservasi ternyata Krui kaya akan sumber daya alam yang melimpah. Pariwisata merupakan prospek ideal daerah penghasil damar mata kucing(Shorea javanica) tersebut. Sebagian besar wilayah kabupaten pesisir barat merupakan kawasan hutan sehingga wajar jika daerah ini di posisikan sebagai kawasan konservasi.

Damar mata kucing (Shorea javanica) produksi Pesisir Barat sudah terkenal kualitasnya dan merupakan komoditi andalan daerah ini. Daerah-daerah penghasil damar ini terdapat di kecamatan pesisir utara, Karya Pengawa, Ngambur, Bengkunat dan pesisir selatan. Adapun Negara tujuan ekspor Damar Mata Kucing meliputi India, Jerman, Philipina, Perancis, Belgia, Uni Emirat Arab, Bangladesh, Pakistan dan Italia.
Damar Mata Kucing
Bagi masyarakat Pesisir Barat, Krui mengumpulkan getah damar tidak hanya pekerjaan laki-laki tetapi juga untuk perempuan. Damar Mata Kucing (Shorea javanica) telah diolah di Krui sejak ratusan tahun yang lalu. Kawasan alami pohon damar telah dikenal di luar negeri sudah sejak lama. Para penguasa Belanda pada masa penjajahan menggunakannya sebagai bahan baku untuk memproduksi berbagai produk seperti pernis, cat, tinta, kemenyan dan kosmetik.

Damar mata kucing (Shorea javanica) dengan di golongkan dengan beberapa kualitas lokal daerah tersebut seperti Golongan Mutu A, B, C, D, E dan Bubuk/Abu dan tentunya kualitas ini membedakan setiap harga. Untuk menjual hasil damar Para petani tidak sulit menjual hasil damarnya karena sudah banyak penampungnya. (CR10/L3)

Klasifikasi Damar 

  • Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas: Dilleniidae
  • Ordo: Theales
  • Famili: Dipterocarpaceae
  • Genus: Shorea
  • Spesies: Shorea hopea 

Sejarah Damar/Resin
Resin, cairan getah lengket yang dipanen dari beberapa jenis pohon hutan, merupakan produk dagang tertua dari hutan alam Asia Tenggara. Spesimen resin dapat ditemukan di situs-situs prasejarah, membuktikan bahwa kegiatan pengumpulan hasil hutan sudah sejak lama dilakukan. Hutan-hutan alam Indonesia menghasilkan berbagai jenis resin. Terpentin (resin Pinus) dan kopal (resin Agathis) pernah menjadi resin bernilai ekonomi yang diperdagangkan dari Indonesia sebelum Perang Dunia II.
Damar adalah istilah yang umum digunakan di Indonesia untuk menamakan resin dari pohon-pohon yang termasuk suku Dipterocarpaceae dan beberapa suku pohon hutan lainnya. Sekitar 115 spesies, yang termasuk anggota tujuh (dari sepuluh) marga Dipterocarpaceae menghasilkan damar. Pohon-pohon dipterokarpa ini tumbuh dominan di hutan dataran rendah Asia Tenggara, karena itu damar merupakan jenis resin yang lazim dikenal di Indonesia bagian barat. Biasanya, damar dianggap sebagai resin yang bermutu rendah dibanding kopal atau terpentin.

Ada dua macam damar yang dikenal umum, dengan kualitas yang jauh berbeda. Pertama adalah damar batu, yaitu damar bermutu rendah berwarna coklat kehitaman, yang keluar dengan sendirinya dari pohon yang terluka. Gumpalan-gumpalan besar yang jatuh dari kulit pohon dapat dikumpulkan dengan menggali tanah di sekeliling pohon. Di seputar pohon-pohon penghasil yang tua biasanya terdapat banyak sekali damar batu. Kedua, adalah damar mata kucing; yaitu damar yang bening atau kekuningan yang bermutu tinggi, sebanding dengan kopal, yang dipanen dengan cara melukai kulit pohon. Sekitar 40 spesies dari genus Shorea dan Hopea menghasilkan damar mata kucing, di antaranya yang terbaik adalah Shorea javanica dan Hopea dryobalanoides.

Manfaat Damar
Tak banyak yang tahu tentang damar. Padahal, dari pohon damar bisa diambil banyak manfaat. Kayu pohon damar bisa dipakai untuk perahu boat. Kekuatannya tangguh, tapi memiliki bobot yang ringan. Batangnya yang tegak lurus itulah membuat kayu dari pohon damar pun banyak yang lurus-lurus. Sedangkan daunnya lebar, lonjong tapi pipih. Biasa kayu pohon damar juga dijadikan bahan pembuat kertas, alat rumahtangga, alat musik dan alat olahraga. Dalam bahasa ahli bangunan, kualitas kayu pohon damar termasuk kualitas IV, dan kekuatannya kelas III. Sedangkan getahnya bisa diambil untuk bahan cat, kosmetik, plastik, vernis, bahkan korek api.

Tumbuhnya damar ada Sebagian besar tumbuh di hutan primer. Itu antara lain banyak ditemukan di kawasan hutan Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Kalimantan, dan Irian Jaya. Memiliki rata-rata ketinggian 50 meter, diameternya rata-rata 2 meter. Yang paling diburu orang dari damar adalah getahnya. Getah damar ini mengandung unsur kimia resin yang juga bisa berkasiat untuk obat gosok. Selain itu juga bisa dipakai untuk bahan pengawet binatang bahkan tumbuh-tumbuhan.

Ada beberapa jenis getah damar yang menjadi buruan orang, yakni damar mata kucing, damar batu, damar hitam dari jenis meranti, juga damar resak. Saat ini, jenis-jenis itu yang banyak dimanfaatkan orang adalah jenis damar batu dan mata kucing yang merupakan salah satu produk andalan ekspor Lampung.
Damar Batu Dust, Damar Batu Kalkutta, dan Damar Batu Bombay (Pic by UD. Thessa Indonesia)

UD THESSA merupakan salah satu penyedia produk damar batu. Lokasi UD THESSA ada di Jl. Kaliank Madya III/29, Surabaya. Kami adalah market leader untuk produk DAMAR BATU di seluruh indonesia. Kami menyediakan Damar Batu Besar, Damar Batu Kecil, & Damar Batu Powder dengan harga paling kompetitif di seluruh indonesia. (UD THESSA).

Baca juga Potensi Damar Batu di Dunia Industri di sini.

For More Info & Order Please click the contact below.

Regards,

UD. Thessa Indonesia

Whatsapp: +6282154478997 (Mr. Dodik)

SHARE THIS: